BPMN 2.0: Definisi, Sejarah, Tujuan dan Manfaat bagi Bisnis

Business Process Model and Notation 2.0 (BPMN 2.0) merupakan suatu sistem yang umum di kalangan pemilik bisnis sekaligus pengguna untuk membuat model dan mengimplementasikan proses bisnis.

Namun, istilah ini mungkin terdengar kurang familiar di telinga orang-orang yang bukan penggiat bisnis. Cari tahu seputar BPMN 2.0 beserta sejarah, tujuan, serta manfaat sistem ini di dunia bisnis berikut ini!

Apa Itu BPMN 2.0?

Apa Itu BPMN 2.0?
Sumber: Freepik

Perhatikan gambar di atas. Terdapat sebuah diagram alir untuk menjelaskan suatu proses mulai dari ‘start’ hingga ‘end’. Sederhananya, BPMN 2.0 bekerja dengan sistem yang kurang lebih serupa. Namun, apa arti sebenarnya dari BPMN 2.0?

Melansir Process Maker[1], BPMN 2.0 adalah sebuah sistem notasi standar yang berwujud flowchart atau diagram alir untuk membuat model dari proses bisnis suatu perusahaan.

Kemudian, Lucid Chart[2] menambahkan bahwa pemodelan bisnis melalui visualisasi flowchart BPMN 2.0 ini adalah untuk memudahkan pemahaman mengenai alur bisnis dari awal hingga akhir.

Tak hanya itu, Microsoft[3] pun memperjelas bahwa BPMN merupakan metode flowchart standar untuk kemudian Anda bagikan kepada seluruh pihak terkait proses bisnis sebagai visualisasi menyeluruh dari proses bisnis tersebut.

Jadi, kesimpulan dari penjelasan di atas adalah bahwa BPMN 2.0 merupakan suatu sistem visualisasi proses bisnis mulai awal hingga akhir menggunakan diagram alir dengan BPMN 2.0 symbols notasi terstandarisasi, supaya informasi lebih mudah diterima dan dipahami.

Sejarah BPMN 2.0

Sejarah BPMN 2.0
Sumber: Freepik

Sistem BPMN 2.0 tidak serta merta berwujud seperti yang Anda kenal sekarang ini. Sistem ini sempat melewati beberapa pengembangan selama beberapa tahun melalui BPMN 2.0 history hingga akhirnya menjadi model yang sekarang.

Awalnya, Business Process Modeling Notation dikembangkan oleh Business Process Management Initiative (BPMI) di tahun 2004. Lalu, pada tahun 2005, BPMI bergabung dengan Object Management Group (OMG) yang kemudian memegang kendali atas pengembangannya. 

Pada tahun 2010, OMG mulai mengembangkan BPMN 2.0. Namun, rilisan resmi BPMN 2.0 baru OMG keluarkan pada tahun 2013. Kali ini, nama BPMN berubah menjadi Business Process Model and Notation.

Tak hanya itu, International Organization for Standardization (ISO) juga merilis standar resmi dari sistem BPMN 2.0 di tahun yang sama.

Lalu, apa perbedaan BPMN dan BPMN 2.0? Ternyata, BPMN 2.0 memiliki standar lebih detail  menggunakan satu set simbol dan notasi yang lebih beragam untuk Business Process Diagrams.

Selain itu, BPMN hadir di tahun 2014 dengan bantuan metode diagram alir pengambil keputusan bernama Decision Model and Notation Standard, karena BPMN kurang cocok untuk alur keputusan secara alami.

Tujuan dan Manfaat Business Process Modeling Notation

Tujuan dan Manfaat Business Process Modeling Notation
Sumber: Freepik

Sebagai suatu sistem pemodelan dan notasi, BPMN memiliki targeted audience bermacam-macam, mulai dari stakeholders seperti analis bisnis, manajer, tim eksternal, konsultan, serta partisipan terkait lainnya di dalam suatu proses bisnis.

Dengan begitu, BPMN mempunyai beberapa tujuan penggunaan sekaligus manfaat terhadap suatu bisnis. Simak penjelasan selengkapnya!

1. Tujuan BPMN

Berikut ini merupakan beberapa tujuan dari penggunaan BPMN oleh suatu perusahaan bisnis:

  • Membuat visualisasi diagram alur model bisnis yang mudah dipahami oleh peserta sekaligus stakeholders dalam proses bisnis.
  • Memberikan bahasa yang umum dan terstandarisasi untuk para stakeholders.
  • Memberikan detail proses bisnis yang cukup supaya implementasinya pun tepat.
  • Menjembatani antara tujuan proses bisnis dengan implementasinya dalam alur yang berurutan.
  • Menjadi sistem untuk acara unik seperti akuisisi dan merger.
  • Memperkenalkan lini bisnis atau produk baru dari suatu perusahaan.

2. Manfaat BPMN

Penggunaan BPMN dalam suatu proses bisnis akan memberikan beberapa manfaat sebagai berikut:

  • Diagram alur lebih efektif dalam menyampaikan informasi daripada teks naratif.
  • Proses bisnis akan lebih mudah dipahami oleh seluruh pihak terkait karena visualisasinya jelas dan bahasanya terstandardisasi.
  • Komunikasi dan kolaborasi antar tim jadi lebih jelas dan terarah.
  • Tujuan proses bisnis jadi lebih gamblang.
  • Proses bisnis menjadi lebih efisien.
  • Output dari proses bisnis menjadi lebih berkualitas.
  • Kepuasan pelanggan semakin meningkat.
  • Identifikasi masalah dalam proses bisnis jadi lebih mudah.

Melalui penjelasan di atas, terbukti bahwa BPMN 2.0 merupakan sistem yang tepat untuk membuat proses bisnis suatu perusahaan jadi lebih mudah dipahami dan diterima oleh para pihak terkait.

BPMN 2.0 Bersama Deltadata Mandiri

Tertarik untuk menggunakan BPMN 2.0 demi kelancaran proses bisnis perusahaan Anda? Serahkan hal tersebut kepada ahlinya, Deltadata Mandiri.

Deltadata Mandiri merupakan solusi untuk melakukan proses otomasi yang memerlukan intervensi manusia menggunakan BPMN 2.0. 

Selain itu, kami telah menjadi mitra bersertifikat Camunda BPMN 2.0 serta partner dan implementor UIPATH sehingga terjamin kualitasnya untuk membantu bisnis Anda melakukan proyek otomasi.

Tertarik menggunakan jasa kami? Segera hubungi Deltadata Mandiri di sini untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan terbaik BPMN 2.0 serta kebutuhan proyek bisnis lainnya!