Data Protection: Pengertian, Contoh & Alasan Pentingnya

Isu soal keamanan data merupakan hal yang perlu Anda perhatikan ketika terlibat dalam bagian digitalisasi industri. Ketika berbicara keamanan, Anda tak bisa melepaskan topik seputar data protection dalam pembahasan.

Hingga tahun 2022, ICT Institute menilai, level keamanan data siber di Indonesia masih dalam kategori lemah dan memprihatinkan.

Penerapan perlindungan data yang baik dapat menjadi solusi untuk problem ini. Artikel ini akan membantu Anda memahami bagaimana ini bisa membantu Indonesia secara umum, atau bisnis Anda secara spesifik.

Pengertian Data Protection

Data protection adalah proses menjaga informasi penting dari resiko korup, rusak, atau kehilangan.

Meskipun sama-sama berbicara soal keamanan data, istilah ini agak berbeda dengan data privacy yang mungkin juga akrab di telinga Anda.

Data privacy membicarakan pengaturan soal siapa saja yang berhak untuk mengakses data milik seseorang, institusi, atau perusahaan. Sementara data protection lebih kepada upaya atau mekanisme dalam melindungi data.

Dalam sejarahnya, Swedia menjadi negara pertama yang mendorong perusahaan memperhatikan perlindungan data pada tahun 1973. 

Latar dari hal ini adalah kekhawatiran masyarakat terhadap peningkatan penyimpanan dan penggunaan data pribadi. Dari sana, pemerintah lalu menyusun data protection law untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat.

Apa yang Swedia lakukan melatari  kelahiran GDPR pada 1995 yang mengatur perlindungan data di Uni Eropa dan bench mark peraturan di seluruh dunia.

Jika Anda tahu bahwa penjahat menaruh perhatian untuk bekerja mencuri dan merusak data, maka Anda perlu melakukan counter untuk melindunginya.

Untungnya, kini semakin banyak perusahaan yang menawarkan sistem atau platform yang dapat membantu siapapun yang ingin melindungi data pentingnya.

Simak Juga:: Fidelis Network Indonesia, Solusi Tepat Keamanan Siber

Contoh Data Protection

Wujud dari contoh data protection ini lumayan banyak.

Kami memiliki sejumlah contoh yang umum dan sudah banyak pihak gunakan, antara lain:

  • Enkripsi:  sistem yang mengubah konten data atau informasi menjadi kode rahasia yang tidak dapat diketahui maksudnya.
  • Firewall: tools ini berguna untuk memantau dan menyaring lalu lintas jaringan dari akses-akses berbahaya.
  • DLP (Data Loss Prevention): tools dan proses yang bisa membantu administrator jaringan dalam mengontrol data yang pengguna transfer.
  • Data Backup: pengaturan pencadangan data untuk mengantisipasi kerusakan atau kehilangan data. Biasanya, data backup dilakukan di ruang penyimpanan yang berbeda dari ruang penyimpanan yang digunakan.
  • Data Resiliency: sistem perlindungan yang terdapat dalam software atau hardware agar data tetap aman ketika ada pemadaman listrik atau bencana.
  • Data Erasure: pengaturan penghapusan data yang sudah tidak relevan dengan sistem yang mengacu pada GDPR (General Data Protection Regulation)

Pentingnya Memiliki Perlindungan Data

Selain fakta bahwa kini isu keamanan siber menjadi masalah dunia, ada sejumlah alasan lain yang menjadikan data protection ini sangat krusial. Terlebih, bagi institusi atau perusahaan yang menyimpan dan mengelola data-data penting.

Setidaknya, ada lima alasan yang bisa semakin menguatkan kesadaran Anda mengenai pentingnya perlindungan data.

1. Melindungi data dari pihak yang salah

Data mungkin memegang peranan penting bagi kehidupan individu atau  keberlangsungan bisnis, organisasi, bahkan negara. Ketika orang yang salah memilikinya, ini mungkin bisa membahayakan atau merugikan orang-orang.

2. Melindungi data dari serangan peretas

Phising, pencurian identitas, malware, ransomware, dan berbagai serangan di dunia maya terhadap tempat data  tersimpan juga sangat berbahaya. Data bisa rusak, hilang, atau akses terhadapnya hilang.

3. Melindungi reputasi institusi atau bisnis

Ketika data yang institusi atau perusahaan kelola mengalami pencurian dan datanya pihak lain salahgunakan, ini bisa menjadi berita yang merusak reputasi. Anda mungkin sudah mendengar kabar tentang jatuhnya kredibilitas institusi atau perusahaan yang mengalami kebocoran data. 

4. Mematuhi regulasi

Setiap negara umumnya memiliki peraturan yang menyangkut keamanan data. Indonesia juga memiliki Undang-Undangan Perlindungan Data Pribadi (PDP). Tentu saja, ini menuntut setiap perusahaan melakukan mekanisme data protection untuk legalitas dan keberlangsungannya.

5. Memberikan ketenangan

Kekhawatiran soal keamanan data mungkin mengganggu pikiran pengelola bisnis atau institusi. Penerapan praktek data protection tentu saja akan memberikan ketenangan lebih pada pengelola.

Data Protection Indonesia

Meskipun kepedulian terhadap keamanan data secara umum di Indonesia masih lemah, namun bukan berarti Anda tak bisa mendapatkan perlindungan. 

Anda bisa membuat sistem atau menggunakan layanan perusahaan yang memberikan service seputar data protection.

Deltadata Mandiri adalah salah satu perusahaan yang sudah memiliki reputasi dalam membangun infrastruktur data protection bagi perusahaan atau institusi.

Kami memiliki pengalaman dalam menangani proses digitalisasi yang terintegrasi pada puluhan perusahaan sejak 2014. Termasuk, dalam penyimpanan, pengelolaan, dan perlindungan data.

Dengan bantuan layanan terbaik dari Deltadata Mandiri, Anda bisa mendapatkan efek positif dari data protection secara lebih maksimal.

Kalau Anda tertarik dengan penawaran kami, jangan ragu untuk berkonsultasi dan menghubungi tim profesional kami di halaman kontak.