Mengenal Apa Itu DevOps Indonesia, Fungsi, dan Toolsnya

Percepatan transformasi menuju teknologi digital telah mendorong bisnis untuk berkembang lebih cepat. Hal ini menuntut percepatan dalam berbagai hal, mulai dari rilis fitur baru, perbaikan sistem, atau pengembangan. Untuk memenuhi tuntutan tersebut penting memiliki tim DevOps Indonesia bagi setiap bisnis.

Penggunaan tim devops diyakini mampu meningkatkan kinerja daripada menggunakan tim konvensional. Berdasarkan sejarahnya, efisiensi tim bisa mencapai lebih dari 108 kali lebih tinggi.

Lantas apa itu devops, tugasnya, dan toolsnya? Yuk ikuti pembahasannya berikut!

Apa Itu DevOps?

Pengembangan tim berbasis DevOps berkembang dalam satu dekade ini, yaitu ketika Patrick Debois (Konsultan Development) mengamati permasalahan pengembangan teknologi digital. Patrick melihat cara kerja tim development dan operasional memiliki kesenjangan yang sangat jauh.

Hal tersebut ternyata berdampak pada efisiensi kinerja, terutama ketika berhadapan dengan berbagai tugas-tugas yang sifatnya repetitif. Patrick kemudian bertemu dengan Andrew Shafer, keduanya kemudian mengembangkan strategi baru dalam sebuah tim IT.

Strategi tersebut menggabungkan kedua divisi, yaitu development dan operasional. Melalui kombinasi keduanya, tim jadi lebih mudah mempercepat kinerja, mengurangi tugas repetisi, serta menghasilkan berbagai output dalam waktu singkat.

Sistem kerja dan pola pikir itulah DevOps, sehingga DevOps adalah sebuah metode kerja yang lebih cepat, praktis, dan efisien untuk pengembangan teknologi digital.

Untuk meningkatkan efisiensi tim, berkembanglah berbagai tools yang membantu proses otomatisasi, hal inilah yang nanti mengurangi repetisi pekerjaan.

Selain sebagai sebuah pola pikir dan perombakan divisi IT, DevOps juga merupakan sebuah profesi tersendiri.

Seseorang yang bertugas menjalankan DevOps dikenal sebagai DevOps engineering, bertanggungjawab agar setiap proyek berjalan secara optimal.

Tugas dan Tanggung Jawab DevOps Engineer

Sesuai dengan penjelasan definisinya, seorang devops engineer akan bekerja sama dengan dua departemen, yaitu development dan operasional. Tugasnya membantu menjembatani kedua departemen tersebut adar bisa memaksimalkan kinerja dan meminimalisir miskomunikasi.

Apabila hendak mengelompokkan tugas-tugas dan pekerjaan DevOps, maka berikut jenis pekerjaannya :

  1. Memanajemen proyek, mulai dari menentukan tujuan, bagaimana, kapan, dan siapa yang mengerjakan proyek tertentu, sehingga semakin jelas tujuan dan batasannya
  2. Mendesain dan mengoptimalkan infrastruktur IT, sehingga mampu melakukan rilis secara cepat, efisien, dan minim masalah
  3. Mengelola sistem otomatisasi, terutama untuk pekerjaan berulang dan memakan waktu. DevOps biasanya menggunakan tools tertentu untuk membantunya.
  4. Mengontrol dan memonitor berbagai proses, mulai dari perancangan hingga feedback, sehingga mampu memangkas waktu pengerjaan hingga meminimalisir eror.
  5. Meningkatkan sistem keamanan digital, sehingga meminimalisir terjadinya serangan atau down pada server.

Skill Wajib Seorang DevOps Engineer

Agar seluruh tugas tersebut dapat terlaksana dengan baik dan efektif, seorang DevOps harus memiliki beberapa kualifikasi dasar terlebih dahulu. Skill dasar untuk bisa menjalankan tugas DevOps adalah :

1. Memahami Bahasa Pemrograman

Seorang DevOps akan bekerja bersama tim IT dan berusaha memahami bagaimana mesin bekerja dengan efisien. Oleh karena itu bahasa pemrograman harus menjadi keahlian, sehingga bisa memecahkan berbagai persoalan terkait teknis yang akan tim hadapi.

2. Menguasai Teknik dan Metode Agile

Kecepatan dan efisiensi adalah kunci bagaimana tim bisa bekerja sama dengan baik, oleh karena itu kualifikasi DevOps salah satunya adalah memahami metode Agile. Metodologi ini jugalah yang akan menjadi pembeda tim perusahaan satu dengan lainnya.

3. Komunikasi yang Baik

Keterampilan komunikasi harus baik, mengingat seorang DevOps harus bekerja sama dan berkoordinasi dengan berbagai divisi. Apabila bisa menyampaikan tugas, gagasan, dan ide secara efektif, tim bisa bekerja lebih efektif juga.

4. Pengelolaan Software Code

Tugas DevOps adalah melakukan otomatisasi untuk memangkas waktu, untuk melakukannya perlu bantuan tools terkait. Oleh karena itu untuk menjadi seorang DevOps, harus menguasai pengelolaan berbagai software code.

Tools yang Digunakan oleh DevOps Engineer

Tools yang Digunakan oleh DevOps Engineer
sumber : Gdrive

Seorang DevOps tak terlepas dengan pengelolaan tools, terutama untuk monitoring, melakukan otomatisasi, dan meningkatkan efisiensi.

Beberapa tools yang harus Anda ketahui bila ingin memahami lebih dalam peran DevOps adalah sebagai berikut :

  1. Jenkins = tools otomatisasi server gratis, berfungsi mempercepat proses software development.
  2. Puppet = alat yang membantu tim untuk mengontrol berbagai software sesuai dengan cycle-nya.
  3. Gradle = alat untuk melakukan otomatisasi dan konfigurasi microservice secara efisien.  
  4. Circle CI = mempercepat proses deployment software
  5. Bamboo = Pilihan seorang profesional untuk mengelola CI, deployment, dan delivery
  6. Buddy = tools yang terintegrasi untuk melakukan pengelolaan CI dan deployment, serta kompatibel dengan Git
  7. Git = Tools yang sangat populer, berfungsi mendokumentasi perbedaan versi aplikasi, sehingga bisa mempercepat, membuatnya lebih efisien, dan aman

Masih banyak tools lainnya yang harus DevOps Engineer pahami agar bisa mendorong tim untuk bisa berproses secara efisien.

Namun penggunaan tools tersebut biasanya juga menyesuaikan kebutuhan perusahaan dan framework yang perusahaan gunakan.

Apabila Anda tertarik mengembangkan atau menginginkan tim DevOps Indonesia yang cepat dan efisien, bisa menggunakan layanan Deltadata Mandiri.

Deltadata Mandiri sudah berpengalaman menangani berbagai transformasi digital, sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik untuk Anda.